Daily Archives: June 28, 2010

Home Sweet Home :)

Ehem… Here’s the thing, I’ve got sooo many leisure time lately. Either at the office, or even after I get home. So I decided to ‘build’ a ‘home’, a sweet one. Just like what I imagine what my future house will be ^^. Here here, take a peek…

Just go to http://www.paramitopia.com, or click the house image with ‘paramitopia’s home’ written on it *see the right sidebar, on top… yep, there you go ;p*, then you will arrive at my new ‘home’, safe and sound. And just like what was said,

“Try click on anything then you may get to know something ;)”

For example, click the ‘open book’, and you will arrive at this blog. I have a plan to make all the objects in that ‘room’ lead you to something, that will tell you more about me. But, well, that plan still needs some more works to do ^^;

*psssst, I’ll give you a clue, try the ‘air balloon’ or the ‘photos on the wall’*

Setitik Ragu

Ya, saya agak ragu, apakah akan tetap mempertahankan blog ini atau tidak ^^; Awalnya saya begitu bersemangat mempersiapkan ‘tempat berceloteh’ baru ini. Mencari-cari theme yang sesuai, menyiapkan bahan tulisan. Tapi setelah saya membaca salah satu kalimat *entah di mana saya lupa* tentang beberapa pantangan dalam blogging, yang isinya kira-kira…

“Don’t brag about your life abroad. No one cares about how you live your life in Europe or USA.”

Ouch, saya merasa tertohok. Sangat. Karena memang blog ini dibuat untuk tujuan itu, menceritakan hidup saya di Eropa nantinya. Rasanya ingin saya hapus blog ini saat itu juga. Tapi karena sayang *akhirnya menemukan theme yang benar-benar pas, dan sudah dimodifikasi sedemikian rupa seharian*, akhirnya niat menghapus itu saya urungkan. Sayangnya, karena kalimat tersebut, semangat saya untuk mengisi blog ini pun pupus sudah.

Hari ini, setelah dipikir-pikir lagi, tujuan saya membuat blog ini kan sebenarnya bukan untuk menyombongkan diri. Jika tidak ada yang peduli tentang pengalaman hidup saya di Eropa, ya sudahlah. Tapi saya yakin, diri saya sendiri di masa depan akan sangat tertarik untuk membaca dan mengenang kembali pengalaman tersebut ­čśë Oh, atau mungkin orangtua saya yang khawatir gimana nasib anaknya yang manja ini nun jauh di sana, bisa terobati kangennya dengan membaca cuap-cuap saya di sini.

Jadi, sekali lagi saya tekankan, blog ini dibuat tidak dalam rangka untuk menyombongkan diri. Saya hanya sekedar ingin membagi pengalaman dan informasi, dan mungkin juga motivasi bagi yang punya mimpi yang sama.

Okay then, nantikan cuap-cuap saya selanjutnya… Cheers! ^^

AI, NLP, ML, dan LCT

Asik ya, kalau punya asisten pribadi secanggih JARVIS *Just A Rather Very Intelligent System*-nya Tony Stark. Kalau mau nulis blog tinggal dikte aja, ga usah repot-repot ngetik :))

Atau KITT *Knight Industries Two/Three Thousand*-nya Michael Knight, ga perlu deh belajar nyetir, tinggal bilang aja mau ke mana lalu duduk manis ;p Bisa jadi temen ngobrol juga…

Atau Karen Plankton, WIFE *Wired Integrated Female Electroencephalograph*-nya si Plankton, otak di balik rencana-rencana untuk mencuri Krabby Patty, yang tak pernah tak gagal. Btw, emang ga ada ya plankton betina, sampe harus kawin sama komputer??

Yap, semua itu adalah Artificial Intelligent (AI) System, sistem yang memiliki kecerdasan agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Memang ada beberapa persoalan dimana komputer bisa lebih jago dalam menyelesaikannya, biasanya persoalan komputasi. Tapi, masih banyak kondisi dimana komputer masih belum bisa menyamai kemampuan otak manusia.

Salah satunya adalah, bagaimana komputer bisa memahami apa yang kita ucapkan, dan memberikan respons dengan tepat, seperti yang digambarkan oleh film-film di atas *di film, tentu saja respons adalah hasil rekaman sang pengisi suara ;p*. Cabang dari AI yang mempelajari hal ini adalah Natural Language Processing (NLP).

Tercakup di dalam NLP di antaranya:

  • Speech Recognition dan Speech Generation, mengubah suara menjadi teks *supaya lebih mudah diproses* dan sebaliknya.
  • Question Answering, diberikan pertanyaan dalam bahasa manusia, komputer juga harus mampu menjawab dalam bahasa manusia.
  • Machine Translation, menerjemahkan teks ke bahasa lain secara otomatis *kayak Google Translate*.
  • Automatic Summarization, membuat summary atau key point dari sebuah teks yang panjang.
  • Information Extraction *Tugas Akhir saya ^^v*, mengekstrak secara otomatis informasi terstruktur dari sebuah teks atau dokumen yang tidak terstruktur. Contoh: dari iklan lowongan kerja, bisa diambil secara otomatis informasi perusahaan, posisi/jabatan, deadline aplikasi, dsb.

Nah, salah satu cara supaya komputer bisa memiliki kecerdasan tersebut adalah dengan Machine Learning (ML), alias pembelajaran mesin. OOT dikit, dulu waktu kuliah, mengambil mata kuliah ML kesannya keren, karena bisa bilang “Iya nih, gw mau ML dulu di 7605” :))

Intinya adalah, bagaimana caranya supaya komputer mampu menghasilkan pengetahuan dari hasil interaksinya dengan lingkungannya dan menyimpannya, agar dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan. Persis seperti yang dapat dilakukan oleh manusia. Jujur, mempelajari bidang ini rasanya kagum berat sama pencipta kita, bisa menciptakan sesuatu yang sangat menakjubkan: otak manusia.

Language and Communication Technologies (LCT) adalah salah satu program yang ditawarkan oleh Erasmus Mundus untuk tahun ajaran 2010-2011, yang mempelajari hal-hal yang disebutkan di atas. Karena tertarik mempelajari hal-hal di atas *dan kesempatan berkeliling Eropa selama 2 tahun ;p*, saya memutuskan mencoba apply.

Sebenarnya ada satu lagi, International Masters in Natural Language Processing and Human Language Technology *fyuhh, panjang*. Tapi, entah kenapa rasanya kurang pede kalau apply untuk program itu *takut saingannya banyak*. Padahal, tak ada salahnya mencoba ya?

I believe that this field has a promising future to develop a technology that will understand human language. And someday we can communicate verbally with computers, just like what we often see only on movies.

… adalah kalimat penutup dari motivation letter a.k.a statement of interest yang saya tulis. Terkadang, imajinasi di dalam film memang menjadi motivasi untuk mengembangkan teknologi di dunia nyata ;). Sebuah bukti bahwa otak kanan juga penting dalam proses berpikir. Betapa keseimbangan antara fungsi otak kanan dan otak kiri sangat dibutuhkan *lagi-lagi kagum berat sama otak manusia >.<*.

Mungkin, kalimat tersebut pulalah yang membuat saya berhasil mendapatkan kunci untuk membuka gerbang salah satu impian… benua Eropa.