Masih Seorang Anak Kecil

Masih seorang anak kecil, yang belum bisa mengambil keputusan. Menentukan apa yang sebenarnya diinginkan, lalu bertindak sesuai dengan keputusan yang sudah diambil. Plin plan. Tak bisa menjatuhkan satu pilihan. Belum.

Masih seorang anak kecil, yang merasa marah, sedih, dan kecewa, ketika sesuatu yang dianggap miliknya, bukan menjadi miliknya lagi. Masih merasa bahwa itu adalah miliknya. Salah. Karena sesungguhnya, semua adalah milik-Nya.

Masih seorang anak kecil, yang berimajinasi secara berlebihan. Memandang segala sesuatu dengan menggunakan kacamata fiksi. Mengaburkan realitas yang ada. Imajinasi? Penting. Berlebihan? Tidak perlu.

Masih seorang anak kecil, yang dengan seenaknya membuka mulut, tanpa memikirkan perasaan orang yang mendengar. Dengan seenaknya melayangkan tangan, tanpa memikirkan sakit orang lain yang merasakan. Dengan seenaknya membanting barang, tanpa memikirkan rusaknya manfaat dari barang tersebut.

Masih seorang anak kecil, yang merasa marah dan kesal pada orang lain, karena tidak bisa mendengar isi hatinya sendiri. Padahal, suara-suara kemarahan dan kekesalan itu justru semakin menutupi suara hati.

Masih seorang anak kecil, yang merasa marah dan kesal pada diri sendiri, karena tidak bisa mengendalikan kemarahan dan kekesalan yang ditujukan pada orang lain.

Masih seorang anak kecil, yang belum bisa berpikir secara dewasa,

namun sedang belajar tertatih-tatih untuk menjadi orang dewasa. Dan tidak akan pernah berhenti atau menyerah.

*******

Bukan, bukan puisi. Kan saya phobia menulis puisi 😉 Hanya sedang mencoba salah satu cara untuk mendengar isi hati. Dan mencoba untuk menjadi pribadi yang lebih baik *dalam rangka mencapai resolusi 2010* ^^

Hufffh, perjalanan masih panjang tampaknya…

  1. i-i-i-ini. anda yg bikin sendiri?! wow takjub! hahaha tak quote boleh yah yah 😀

  2. gyahaha… iya dooong, ternyata saya cukup berbakat yah *idung mengembang* hihi

    btw, tadinya mau ta tambahin:
    “Masih seorang anak kecil, jadi jangan buru-buru disuruh kawin napa??”
    tapi nanti nuansa seriusnya rusak =))

  3. reading this posting… kinda got me thinking… that this world wide.. is full of “anak kecil” ^^

    aku suka yang ini mit : “Masih seorang anak kecil, jadi jangan buru-buru disuruh kawin napa??” Njiakakakkak =))

    knp phobia bikin puisi? ini postingan loh.. masuk ke category puisi komtemporer.. perhatikan rima n perulangan kata yang digunakan 😀

  4. ahahah.. iya juga, karena setua apapun setiap orang pasti punya sisi childish di dirinya ;p

    phobia bikin puisi -> karena terakhir bikin puisi dipaksa tampil secara brutal sama si guru kesenian sampe nama baik saya tercoreng :)) *lebay*

Leave a Comment

NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>