Daily Archives: October 31, 2010

Bola-bola Semur!!

Karena sedang melarang diri sendiri untuk mendownload film maupun membuka website untuk streaming film, daaan… lagi suntuk bosen mumet berkutat dengan file presentasi tugas kuliah…

Jadilah saya memberondong blog dengan postingan, hahay, gapapa lah ya pemirsa *sok banyak pengunjung dan pembaca blognya ;p*..

Cuma mau memamerkan hasil karya terbaru *jeng jerengjeng, awas.. perhatikan iler anda jangan sampai membasahi keyboard! :))*

Judulnya.. Bola-bola Semur!! v^^v

Waktu lagi asik browsing makanan di hipermarket terdekat, dan mampir ke Halal corner, tiba-tiba saya menemukan daging segar yang sudah berbentuk bola-bola. Langsung deh beli, walaupun belum tahu mau dimasak apa.

Pikiran pertama sih dicemplungin aja ke sup, jadi kayak bakso gitu. Tapi kemudian saya menemukan satu sachet bumbu instan di lemari dengan judul: bamb*e – Semur, Instant Spices for Indonesia Braised Beef/Chicken. Perfect!! ^^

Sesuai petunjuk, yang perlu dilakukan hanya merebus daging sampai matang. Sisakan air kaldu daging sedikit lalu masukkan bumbu instan. Masak sampai empuk. Harusnya sih ditambah kentang ya, sayang ga punya. Jadinya cukup ditambah bawang merah saja. Hasilnya? Nyammm, maknyoss 🙂

Waktu makan-makan di residence bersama teman-teman dari negara lain *ceritanya dalam rangka Halloween party ;p*, saya turut menyumbang hidangan ini. Dan mereka bilang enak 🙂 syukurlah…

Jadi pengen bikin rendang… *optimisme tingkat tinggi :))*

Mendadak Insomnia

Rasanya saya bukan seorang yang susah tidur. Cukup beberapa menit kepala beralaskan bantal, pasti sudah langsung terbang ke dunia mimpi. Well, kecuali di malam-malam ketika besoknya adalah hari yang penting, dan saya terlalu excited (atau nervous) untuk tidur.

Tapi di sini…

Setiap malam, susah banget mau tidur, huks T___T. Bolak-balik badan, telentang, tengkurep, tendang selimut, tarik selimut… ga ngaruh. Biasanya itu berlangsung selama 1 jam, terus biasanya nyerah dan buka laptop sejenak, nonton atau browsing. Nah, habis itu baru deh bisa tidur.

Awalnya kirain karena bantalnya cuma ada satu, kecil pula. Padahal saya terbiasa tidur dikelilingi 3 atau 4 bantal, plus 2 boneka. Makanya saya beli satu bantal lagi, kecil juga sih… abis mahal -_-. Itu juga belinya yang diskonan. Tapi ternyata, ga ngaruh juga tuh.

Dan saya pun nyadar *jleger jleger*

I can’t sleep without my dearest… guling!!!

Sang guling yang setia menemani saya sedari SMA (atau SMP?)

Sang guling yang menghapus kerinduan saya pada rumah waktu ngekos di Bandung, dan Cikarang

Sang guling yang tak pernah mengeluh walaupun selalu saya peluk erat-erat *yea iyealah*

Sang guling yang waktu isi kapuknya diganti oleh si mamah, membuat dia jadi lebih bantet tak lagi lemah gemulai *karena kapuk baru*, saya ngambek, menendang dan melempar bantal-bantal dan guling baru itu ke lantai, dan tidur tanpa bantal guling *ahaay, childish banget ya ^^;*

Eh, bener ga ya kejadiannya kayak gitu, lupa. Maklum, memori saya sudah terlalu banyak bad sector. Si mamah yang ingatannya seperti gajah pasti lebih tahu.

Anyway, saya yakin walaupun beli guling di sini, pasti ga akan bisa menggantikan sang guling tercinta itu. Mana ada guling isi kapuk di sini >_<. Pasti adanya guling besar isi busa yang ga enak buat dipeluk. Jadi, ehem…

Mumule tersayang… Bisa ga minta tolong kirimin guling Ta ke sini? Ga mungkin ya? T____T *ya ya, permintaan ga masuk akal*

Sigh, harus membiasakan diri, lama-lama juga terbiasa… Amin.