Goodbye Mbah Tuteg

I’ve asked him not to die while I’m here, while I’m so very far away from home, unfortunately he can’t keep that promise. He’s been with us for a very long time, yep, maybe 9 years for a cat is already considered as a lifespan.

Nama aslinya Mecha. Kucing kecil abu-abu gendut nan lucu. Kucing milik teman sejak SMP, yang kemudian diberikan pada saya waktu kelas 1 SMA *bener ga sih, mum? Ta lupa >_<*. Yang benar-benar saya ingat adalah, waktu itu, Mecha saya bawa pulang jalan kaki, di dalam kantong kresek hitam, sambil saya peluk erat-erat.

Begitu sampai rumah dan dikeluarkan dari kantong kresek, dia langsung lari sembunyi ke kolong kursi. Wajar, karena di lingkungan baru, untung ga kabur keluar rumah ^^. Malamnya, *menurut ingatan saya yang ga begitu akurat* dia dibiarkan tidur di dalam rumah, di dekat tempat tidur. Masih asing, belum mau dipeluk-peluk. Paginya begitu kami bangun dia sudah tak terlihat, dan ternyata sedang *maaf* pup di… kamar mandi! :)). Pintarnyaaa, memang sebelumnya sudah dilatih sih di rumah teman.

Dan sejak itu Mecha, yang kemudian dipanggil Untheg oleh orang serumah *karena badannya yang buntek, gembul, menggemaskan XD*, jadi kucing kesayangan. Karena memang kucing satu-satunya. Sebelum tiba-tiba temannya Mamah memberikan 2 kucing tambahan, dan saya membawa pulang 2 kucing yang terlantar dari sekolah :)). Tiba-tiba rumah pun jadi tambah ramai ^^.

Tapi tetap saja, tidak ada yang bisa mengalahkan tingkah laku Untheg yang lucu-lucu, serta aneh bin ajaib. Ugh, banyak cerita tentang Untheg *yang kemudian dipanggil Tuteg, lalu Mbah Tuteg ketika dia mulai terlihat tua* dan saya sedang tidak bisa mengingat satupun @__@.

Saking gendutnya, dia tidak bisa meloncat terlalu tinggi. Bisa sampai ke atas pohon pun karena memanjat dengan susah payah. Makanan kesukaannya, telur orak-arik, mencium harum margarin atau melihat wujud bulat telur pasti langsung mengeong minta dibuatkan. Satu-satunya kucing yang mendapat privilege makan chicken wings rebus hampir tiap hari ^^;. Setiap Papa sampai rumah, dialah kucing pertama yang dicari, “Tuteg mana tuteg?”.

Kucing lain datang dan pergi, lahir lalu mati, Mbah Tuteg-lah satu-satunya yang bertahan paling lama, 9 tahun lamanya. Memang sudah waktunya…

Goodbye Mbah Tuteg, we’re gonna miss you…

  1. lucu yak si mbah. jd pingin punya kucing 🙂 dan berusaha gk takut dengan kucing. oye!

  2. kucing gw 8 tahun mit, masi lebi tua mbah Tuteg ya 😀

  3. @rona hehe.. emang boleh miara kucing di residence?? di sini ga boleh :'(

    @ketan wooooh, udah tua juga itu ^^;

  4. Mith, gw rasa kehilangan kucing peliharaan itu adalah sesuatu yang sangat menyedihkan >___<

    Kalo gw mith, kaga boleh miara di rumah. Padahal dulu kucing beranak pinak ampe 20an di rumah gw… memang apapun yang kita cintai kalo pergi selamanya jadi ga enak banget… T____T

Leave a Comment

NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>