Spring Holiday: Holland!

During the spring holiday, in the beginning of May to be exact, me and my nancéiens friend, Rona, decided to go to Holland. Of course to visit the tulips ^^ since they’re all blooming beautifully. It was a short trip, we spent only 4 days and 3 nights there. But in that short trip I felt very refreshed. It’s important because we always need a happy mind and soul to welcome a series of (unfortunate) exams, don’t we? ;p

If in the previous holidays we always took the train, or even flight, this time we go… by bus! The cheapest way to travel, less comfortable of course, but it’s still bearable (though we had to sit for 10 hours in the bus). We used Eurolines, paid only €80 for a round-trip Nancy-Amsterdam. Actually the ticket can be cheaper if only we travel in non-peak season, but it means we won’t see any tulips around ^^;

Besides travelling around Amsterdam (and satisfying our curiosity about the infamous ‘red light district’ ;p), having a taste of Indonesian food in Holland, we also visited Keukenhof, the flower garden (only opened from 24 March to 20 May). Enjoy the pictures!

Cincopa WordPress plugin

It’s time for the story behind. So sorry, have to switch back to Indonesian language mode… 😉

Nancy – Amsterdam, 10 Hours

Ga mungkin dong ya non-stop perjalanan tanpa berhenti, bus ini sering mampir untuk istirahat, menaikkan atau menurunkan penumpang. Nah, selama perjalanan Nancy-Amsterdam saya memantau nama-nama kota pemberhentian: Nancy – Metz – Thionville – Luxembourg – Liege – Brussels – Anvers/Antwerp – Rotterdam – Den Haag. Jadi kalau ditanya, “Sudah pernah ke Luxembourg dan Belgia?”, saya bisa menjawab “Sudah doong!”. Lalu dilanjutkan berbisik lirih, “..cuma lewat doang…” T__T

Rasanya? Cukup nyaman, mungkin karena jalannya bagus dan kondisi busnya juga terawat, jadi perjalanan lancar tanpa harus menelan Antimo.

Cheap Hostel, Expensive Tram!

Kami menginap di Hostel Janson, cukup €50 per orang untuk 3 malam, termasuk sarapan gratis ^^v. Dari stasiun tak terlalu jauh tapi harus naik tram. Pertama kali naik tram, bingung, karena ga tahu harus bayar tiket ke mana, akhirnya ga bayar, hahah. Si Hostel Janson ini sebenarnya ga jauh dari pusat kota, bisa jalan kaki. Tapi karena pertama kali ke pusat kota, kami memutuskan naik tram, kali ini harus bayar!

Ternyata bayar tiketnya ke supir yang ada di gerbong tram terdepan (atau di paling belakang kalau ada). Harganya… €2.60 untuk sekali jalan, makk.. mahal! *pssst, karena mahal, beberapa kali kami memutuskan menjadi penumpang gelap..* Pantas sepeda berseliweran, rupanya jadi transportasi andalan yang ga menguras kantong. Oh, ngomong-ngomong tentang sepeda, karena mereka punya jalur sendiri, jalannya pun ngebut tanpa peduli hambatan. Kami sering sekali hampir tertabrak karena sering nyasar berjalan di jalur sepeda :”>.

Anyway, I amsterdam!

The Infamous Red Light District

Setelah berputar-putar dan belum berhasil menemukan area ini, kami mampir makan malam di kedai kebab & pizza. Dan setelah dengan sedikit malu-malu bertanya pada sang penjual kebab, kami baru sadar bahwa kami sudah berada di area tersebut, tinggal jalan masuk saja sampai menemukan kanal. Sepanjang jalan juga bertebaran toko-toko yang menjual sex toys dan sebangsanya.

Nah, di pinggiran kanal itulah berjejer jendela-jendela etalase bertirai merah, lengkap dengan “manekin”-nya. Ga berani terang-terangan mengambil foto, karena banyak lelaki bertampang bodyguard :(. Akhirnya cuma mengambil foto dari ujung jalan.

Waktu lagi jalan sempat diteriaki oleh bodyguard di depan klub berjudul ‘Moulin Rouge’, “Hey ladies, do you want to watch a live show?” He??

Keukenhof, The Flower Garden

Menurut mas-mas di hostel, untuk ke Keukenhof ada dua cara: ikut tur, atau naik bus sendiri. Kami memilih berpetualang sendiri naik bus, tanpa tour guide. Rutenya: Bus nomor 197 sampai bandara Schippol (€4 sekali jalan), lalu bus nomor 58 sampai Keukenhof (€6.50 round-trip). Harga tiket masuk Keukenhof sebesar €14.50.

picture’s taken by Rona

Ah, segar rasanya! Tulip dimana-mana.. Tapi mungkin karena sudah lewat sebulan lebih sejak tamannya dibuka, tulipnya sudah mulai agak mekar ;p.

Tak cuma tulip, di sini juga ada rumah kaca berisi aneka anggrek. Cantik. Kami juga sempat mencicipi poffertjes sebagai cemilan. Rasanya? Ah, sama saja kayak bikinan Mamah ;p. Tak ketinggalan windmolen dan klompen yang menjadi khas negeri ini.

Bojo, Indonesische Specialiteiten

Saatnya mencicipi makanan Indonesia! Sudah lama rasanya, di Nancy mana ada rumah makan Indonesia ^^; Begitu masuk ke dalam restoran, mulai terasa suasana Indonesia dari interiornya. Taplak mejanya dari batik bok!

Pesanan saya: sateh-lamsvlees met lontong dan es tjendol! kambiiing… nyammm :9~

Bermain Lilin di Madam Tussaud’s Museum

Jadi ceritanya… kami mengantri tanpa tahu berapakah harga tiket masuk museum ini. Setelah sampai di depan loket baru deh sadar… €21? uh-oh, mihil yaak ^^; Tapi sudah ga mungkin mundur, jadi ya terpaksa masuk dan menikmati. Foto-foto deh dengan hampir semua patung di sana ;p *ga mau rugi*.

Saya sudah bisa naik sepeda! *waktu foto itu diambil saya memang belum bisa naik sepeda, tapi sekarang sudah bisa kok ;)*. Oh terus, dari jendela atas bisa terlihat keramaian di Dam Square dan The Royal Palace. Lumayaaan…

Anne Frank Huis

Waktu SMA (atau kuliah ya? lupa…), sepupu-sepupu saya memberi hadiah ulang tahun buku berjudul “Anne Frank’s Diary”. Berkat itulah saya jadi tahu pahitnya kisah Anne Frank. Dan di liburan ini saya berkesempatan berkunjung ke rumah tempat persembunyian Anne Frank sekeluarga di Amsterdam, tempat dia menulis kisah-kisah yang lalu dibukukan itu. Ga kebayang gimana rasanya tinggal berbulan-bulan di rumah sempit itu tanpa bisa keluar rumah, dan dengan jendela yang tertutup tirai hitam *supaya ga ketahuan*. Miris.

Sekarang rumah itu dijadikan museum yang cukup keren, tanpa merusak nuansa aslinya. Pengunjung bisa membaca kutipan-kutipan tulisan Anne Frank, dan video-video wawancara dengan para saksi hidup. Sayangnya dilarang mengambil foto di dalam.

Tapi… ehem, saya sempat bandel mengambil satu foto. Kutipan tulisan ayah Anne Frank yang selamat dari tragedi holocaust itu, dan kemudian membukukan diary anaknya.

Sadly true, it still happens. So I’m really hoping for the world to change…

——-

Time to go home! Entah kenapa waktu itu rasanya sudah kangen berat sama Nancy ^^; Sayangnya, di perjalanan pulang sang bus sempat mogok nyaris dua jam di jalan tol Luxembourg. Tapi pemandangan langit dari bus cukup mengobati kelelahan… Yap, lelah tapi puas!

  1. yaowoh..liburannya jaman kapan baru ditulis skrg.. flash back!

  2. kurniawan hendrianto

    trims yaaa sudah berbagi cerita. saya pengen coba singgah ke amsterdam 10-12 april 2013 mendatang.

Leave a Comment

NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Trackbacks and Pingbacks: