Biking Trip: The Waterfall Quest

Setelah tertunda 2 minggu karena cuaca yang tidak memungkinkan dan faktor lainnya, akhirnya rencana biking trip yang sempat saya sebut di sini terlaksana juga. Yap, setelah 2 minggu mengumpulkan keberanian untuk mencoba bersepeda jarak jauh *termasuk gladi resik sehari sebelumnya untuk mengingat kembali gimana caranya naik sepeda ;p*, akhirnya saya memutuskan… ikut!!

Walaupun ga punya sepeda tak jadi masalah, karena ada tempat penyewaan sepeda dengan cukup membayar 1 euro untuk 6 jam. Sehabis makan siang, untuk mengisi perut dan menyiapkan tenaga, kami langsung berangkat. Sayangnya, sepeda yang tersisa di tempat penyewaan sepeda hanya tinggal sepeda berkeranjang, housewife bike katanya, soalnya yang biasa dipake ibu-ibu buat belanja itu loh ;).

Seperti yang diduga, karena saya belum terbiasa dengan sepedanya, jalannya masih oleng-oleng. Apalagi waktu masih harus berkendara di jalur bersama (bareng mobil dan bus), ga pede >_<. Tapi setelah masuk ke jalur khusus sepeda, mulai lancar dan bisa menikmati perjalanan. Syuuuu…

And then… suddenly I flew and landed with my face, ahahahah. Yap, mungkin karena saya terlalu jumawa, ga hati-hati, akhirnya menabrak pembatas jalan dan saya pun terlempar ke depan ^^;. Padahal itu baru 15 menit perjalanan, ckckck. Untungnya cuma memar lutut dan tangan, plus bibir sobek sedikit. Lanjut? Pastinyaa..

Tujuan perjalanan kali ini adalah Terlano, terletak di antara Bolzano dan Merano. Judulnya: The Waterfall Quest, karena memang dalam rangka mencari air terjun, yang katanya ada di desa kecil bernama Vilpiano di area tersebut. Total rute perjalanan sih katanya sekitar 30 km pulang pergi. Enaknya, biking route antara Bolzano dan Merano nyaman banget, jalannya rata jadi ga terlalu butuh tenaga. Pemandangan kiri kanan pun bikin hati adem, walaupun mataharinya terik banget, but the weather was perfect for biking 🙂

Setelah 2 jam (atau lebih?) perjalanan, akhirnya sampai juga di Vilpiano. Air terjunnya pun langsung ketemu dengan mudah, karena hanya berjarak 100 m dari tempat parkir sepeda.

Rasa capek habis mengayuh sepeda pun terlupakan seketika. Segerrr!! Sayang airnya masih dingin banget jadi ga berani main air ;p.

There you go… the whole group, who finally complete the quest.

Karena kami harus mengembalikan sepeda sebelum jam 7, ditambah malam itu ada pertandingan final champion league, kami pun buru-buru pulang setelah puas main di air terjun. Rencananya… saya mau pulang naik kereta karena ga yakin sanggup mengayuh sepeda lagi pulang ke Bolzano. Tapi setelah disemangati oleh yang lain akhirnya memutuskan pulang dengan sepeda.

Yang ternyata… suatu keputusan yang salah besar T__T. Memang ga sanggup, atau mungkin juga karena lutut saya yang sudah memar bekas jatuh. Jadinya malah ngerepotin 2 orang, hihi. Satu orang membonceng saya, satu lagi bersepeda sambil membawa sepeda saya *susah banget itu kayaknya >.<*. Many thanks to you guys! 😉

Sampai di rumah, langsung mandi, makan malam, lalu… nonton Chelsea vs Bayern Munich! 😀

Anyway, I think this is one of the accomplishments of my life, bahwa saya berhasil bersepeda jarak jauh, padahal baru tahun lalu saya belajar naik sepeda. Walaupun harus dibayar dengan: lutut memar, tangan luka, bibir sobek, plus… tulang ekor menderita, selama sebulan harus meringis ketika bangun dari duduk atau kalau duduk terlalu lama ;p.

I will definitely do this again sometimes! But, not now…

Leave a Comment

NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Trackbacks and Pingbacks: