Category Archives: Cats

Cat Café in Singapore

My sister just arrived in Singapore when we decided to visit the Chinatown area. Right after we got out from the MRT station, we stumbled upon a cat café! It is called The Company of Cats, located in the Mosque St.

Now, a little bit of history about cat café… The world’s first cat café, “Cat Flower Garden”, opened its doors in Taipei, Taiwan, in 1998. Then, the concept blossomed in Japan and became very popular, with seventy nine cat cafés opened across the country.Wikipedia

Even though I’m an avid cat lover, and these kind of cafés have been around the world for quite a while, this would be my first cat café experience. The café was right in front of us, and we felt that the cats were calling for us to come in, so we thought… why not, let’s go!

No wonder we felt being called… with that many maneki-neko!

Before playing with the cats, we had to wash our hands first. Then, the lady there made sure that we know the rules in the café, such as.. Don’t lift the cats. Don’t wake the cats up. Don’t kidnap the cats *grin*. Okay, hands are clean, rules are laid down, let’s play!

Read more »

Stories from Home

I actually just came back from home, yes, home sweet home… Indonesia! 🙂

After I came back from Iceland trip, I only had 19 days to finish every work-related things that need to be closed, before my flight to Jakarta. Did I finish them? Of course… not. Most of the time I was relaxing at home, but there are times when I had to open my laptop, checking and sending emails, and worked until late at night. Those 14 days *actually 12 days, 2 days are wasted for travels forth and back* at home might feel so short, but at least I think I spent enough time with my dearest family and friends, catching up with their current lives, and also enough time to make bonds again with some of my cats :D. The time was very limited, so I’m so sorry for not being able to meet up with all of you, dear friends :(.

Trip to Solo and Yogya

Right after I arrived, the very next day I had to fly again to Solo, with my mom and my aunt. We spent one night in Solo and one night in Yogyakarta, before going back to Bogor the next morning. I thought we were there only for travelling, I mean like.. eating and shopping :D. It turned out that the trip was a pilgrimage trip, to pay a ‘visit’ not only to my mom’s grandparents, but also to our ancestors (the Javanese royals) at Kotagede and Imogiri royal graveyards -.-. To be able to get into the royal graveyards, it is mandatory to wear a traditional ‘costume’. Oh well, this part was actually quite fun, since I could pretend I lived centuries ago ;).

Not that I complain, but the whole experience was kinda… weird. It was already dark when we arrived in Imogiri, and note that it was Thursday night *Thursday night has this ‘ghostly’ connotation in Indonesia :D*. Walking around the graveyard at night, spreading around some flowers on graves of some kings I don’t even know, chanting some prayers for the ancestors… sounds creepy, isn’t it? 😀

The next days were wholly dedicated to my family and cats :D. Thanks to them, I feel more refreshed now! I should go home more often, too bad my bank account doesn’t allow me to do so >.<

Read more »

The Lynx Liaison

Watched this during our long flight back from India, couldn’t stop giggling and “awww..”-ing ^^. A perfect closure after successfully met a Bengal tiger in the wild, only around 10 meters away and without any fence. Definitely a highly recommended documentary for cat lovers :D.

Enjoy!

O, I, and A

Presenting… the newest kittens in da house! But uhm, well, I’m not so sure, because I lost track of the overgrown population of cats in my house now ^^;

Anyway, surprisingly, my Mom who used to be so creative in finding names for all the cats, lost her mojo and decided to give them one-letter-name :)) Worse than one-word-name she and my father gave me *I still resent them for that, haha kidding.. I love my name ;p love you Mom, Dad!*. And so they are named… O, I, and A! In the picture, from left to right respectively. So it is really easy to call them together, and there are 6 combinations of way to call them 😉

Lastly, according to my Mom, they know their names! Let’s prove it when I get back at home later..

Mami Snowy, Ibu Berdedikasi

*Huatcihhhh* *huatttcciihm* *sniff sniff*

Maaf, sodara-sodara sekalian, saya alergi debu, dan sekarang terpaksa menulis sambil pegang kemoceng. Dang, tebel bener ya debu di blog ini, setelah tak disentuh dua bulan ^^;

Mungkin karena otaknya habis dipakai belajar mati-matian selama exam session kemarin, rasanya susaaah banget merangkai kata membentuk cerita. I lost my words, and lost my will to write :'( *especially to start writing my thesis ;p*. Nah, kebetulan tadi baru telepon rumah, dan sang Mamah punya cerita lucu, tentu saja tentang tingkah laku ajaib kucing-kucing di rumah. Dan saya pun jadi tergugah *tsahh* lagi untuk menulis. Semoga sama lucunya ketika saya mendengar ceritanya langsung *pastinya lebih lucu kalau saya dan anda sekalian menyaksikan sendiri kejadiannya ;p*.

Tokoh utama kisah ini adalah Mami Snowy, bisa dilihat fotonya di atas *waktu masih gadis*. Sekarang dia sudah menjadi ibu dari entah berapa generasi, mungkin sudah lebih dari 10 kali melahirkan *lebay, tapi mungkin benar sih*. Julukan Mami diberikan sebagai penghargaan karena dia benar-benar ibu yang berdedikasi. Anak-anak kucing yang dihasilkan pun lucu-lucu, sebutlah Nando dan Poca-Poci. Saya masih ingat waktu dia melatih anak-anaknya lari keliling rumah keluar masuk jendela, dan mereka dengan seenaknya melintas di badan saya yang masih tidur lelap ^^;. Atau ketika dia mengajari Poca pup di kebun, jadi pengen upload videonya tapi takut terlalu vulgar, hihi..

Alkisah…

Si Mama sudah bersiap-siap untuk tidur, ketika Mami Snowy tiba-tiba mengriung-ngriung *sebutan untuk suara mengeong Snowy yang khas* mencari anak-anaknya kesana kemari.

Anak-anaknya, yang saya lupa namanya karena memang belum pernah ketemu dan kucing di rumah saat ini sudah mencapai 19 ekor *jadi bingung, siapa anaknya siapa, namanya apa*, lagi asik tidur di bawah meja makan. Karena Mami Snowy heboh, akhirnya mereka bangun, dan si Mamah pun jadi ikut bangun karena penasaran.

Setelah si Mamah melihat Snowy dari dekat, ternyata di mulutnya Snowy ada cicak! Masih hidup pula! Walaupun mungkin sudah lemas hampir mati ketakutan. Si cicak itu pun kemudian dilepas di depan anak-anaknya. Anak-anaknya bengong, mungkin karena baru bangun tidur, dan si cicak pun buru-buru melarikan diri. Sayangnya si cicak tertangkap lagi oleh Snowy, lalu kembali ditaruh di depan anak-anaknya. Snowy mulai mengriung-ngriung lagi, yang mungkin bunyinya, “Ini mama tangkap cicak buat mainan, sana main!”.

Lalu cicak itu pun kemudian dimainkan dengan brutal, sampai buntutnya lepas, dan akhirnya mati lemas…

Hahah, berakhir tragis sih ya, tapi entah kenapa lucu dengernya. Mami Snowy, benar-benar ibu yang berdedikasi b^^d *just like my Mom, hihi*.

Ahh, menulis itu memang menyenangkan… Yuk, mulai nulis lagi!

Update: Ternyata nama anak-anaknya itu tak lain dan tak bukan, Sopa dan Pipa, karena mereka lahir di kala topik ini lagi hot di dunia cyber ^^

The Chicken and The Cats: Catch Me If You Can!

My mom just sent me these pictures, with the caption:
“There’s a lost chicken up in the tree”
“And the cats are all like ‘Mom, if we can catch it, would you cook it for us?'”

LOL. We don’t know whose chicken is that, but yeah, we own all of the cats ^^. Oh how I really miss them, and miss home.

These pictures really made my day :). Somehow I feel warm inside, even though it’s freezing cold in my room *sigh.. Thanks, Mom!

PocaPoci In Action

Saya memang orang rumahan, karena bagi saya, liburan yang sebenar-benarnya adalah menghabiskan waktu bersantai di rumah. Kegiatannya? Banyak. Bahkan menyapu di pagi hari bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan *thank God you can’t see my face nor hear my voice when I said that :D*.

Kegiatan favorit saya.. Mengamati tingkah laku kucing-kucing di rumah yang kadang bikin tergelak. Hiburan yang satu ini memang ga ada habisnya, secara kucing di rumah sudah beranak-pinak sampai entah-berapa generasi, macam sinetron epik idola masa lampau, “Tersanjung”.

Kali ini, saya ingin memperkenalkan duo yang baru rilis 3 bulan yang lalu, jadi masih unyu banget deh.. *drum roll*

PocaPoci!!

Asal namanya, Poca dari Pocahontas, karena waktu itu kami nonton Pocahontas dan tiba-tiba terinspirasi. Poci, karena adiknya Poca, dan supaya bunyinya seirama. Dua-duanya cowok.

Poca, nama panjang: Pocaco.

Poci, nama panjang: Pocitam, karena diduga anak dari Tamtam.

Poci lebih pemalu, tapi anehnya, dia tak pernah malu di depan kamera. Selalu berpose bak model profesional.

Kalau Poca, ‘sok’ pemalu. Susah difoto, karena selalu bergerak.

But he loves being in the center of attention ^^. Hobinya, menggeletak di karpet, minta diinjak di-bully *diunyel-unyel maksudnya ;)*, lalu berpose berguling-guling bak sedang di panggung.

Tambah satu deh yang membuat saya enggan meninggalkan rumah, yang akan saya tinggalkan kurang dari 10 hari lagi. Ugh, tiba-tiba sedih :'(

Do I . . . really have to . . . go?

Tragedi Calico Jantan

Hari ini buka Google, muncul gambar kacang-kacangan. Ternyata ulang tahun Gregor Mendel, seorang pakar genetika yang pasti dikenal lewat buku Biologi waktu SMP dulu. Beliau terkenal lewat eksperimennya pada kacang polong, dan salah satu kasus yang juga saya ingat adalah tentang kucing calico, alias belang tiga. Dengan teori genetika tersebut, disebutkan bahwa tidak mungkin ada calico yang berjenis kelamin laki-laki. Kenyataannya? Ada tuh ^^ Seperti yang dijelaskan di buku Cats are Not Peas oleh Laura Gould.

Saya tiba-tiba ingin menulis tentang ini, selain karena hari ini ulang tahun Mbah Mendel, baru saja kemarin sang Mama menemukan anaknya Snowy *kucing calico betina, tapi didominasi warna putih* sudah mati, dalam keadaan leher nyaris putus. Dan memang si anak kucing itu berbulu belang tiga.. jantan.

Yap, mitos bahwa anak kucing calico jantan pasti dimakan induknya itu memang benar adanya, kenyataan.. bukan mitos. Ini bukan kejadian yang pertama kali, sebelumnya juga sudah pernah. Tapi.. kalau dari pengalaman di sini, yang membunuh bukan ibunya, melainkan bapaknya. Si ibu tak tega mungkin. Buktinya, beberapa hari yang lalu Snowy memang memindahkan anak-anaknya yang semula aman sentosa di keranjang, ke tempat tersembunyi, mungkin disembunyikan dari si bapak. Sayangnya tetap saja si anak kucing calico jantan itu jadi korban.

Sedikit penjelasan tentang calico jantan. Warna bulu pada kucing ditentukan oleh gen, sebutlah “O” (Orange) untuk warna kuning, dan bentuk resesifnya “o” untuk warna hitam. Gen warna ini selalu terikat dengan kromosom X. Nah, supaya kucing jantan berbulu belang tiga, berarti harus mempunyai sepasang kromosom X yang terikat dengan gen O dan o sekaligus, tapi juga mempunyai kromosom Y. Jadilah kucing tersebut bersifat triploid dengan kromosom XOXoY, kelainan seksual macam ini disebut sindrom klinefelter, berkelamin ganda.

Lalu, kenapa anak kucing calico jantan (hampir) selalu dibunuh oleh induknya? Konon katanya kucing ini berstamina lemah karena memiliki jumlah kromosom yang berlebihan, bisa mengalami kelainan hormon. Dan bisa dipastikan kucing ini fertil alias mandul. Jadi daripada dibesarkan tapi menderita lebih baik dibunuh sejak kecil. Ternyata kucing punya tradisi juga ya ^^;

I miss you…

Nandooo!!! :'(

Anyway, this is a weird city, how can I never see any cat around since I first came here? They’re all dogs everywhere…

… ugh, I’m in need of warm, purring, playful fur >_<

7 Days Left

So much things to do, so little time left

Status sebagai pengangguran ternyata bukan berarti saya bisa nganggur leyeh-leyeh di rumah ^^;. Banyak yang harus disiapkan, dan yang harus dilakukan.

  • Tugas utama: packing!!, belajar bahasa Perancis
  • Tugas sampingan: bantu Mum buat kue kering pesanan, nyicip kue :)) *mumpung lagi ga puasa*
  • Tugas opsional: ngunyel-ngunyel Nando kalau lagi stress dan butuh hiburan

Hari ini, baru selesai memilah-milah baju untuk dibawa *yang ternyata buanyaaak, kayaknya harus dipilih lagi XD*. Lalu membuat ‘to bring list’ + ‘to buy list’ + ‘to do list’. Baru daftarnya saja, mungkin besok baru mulai dilaksanakan ;p. Terakhir, memindahkan data-data kuliah jaman dulu, siapa tahu berguna. Sekalian reorganisasi folder-folder di laptop.

Yang menyenangkan, semua kegiatan pasti ditemani precil-precil ^^. Siang-siang, ditemani oleh… Minyuu!!

Malam, ditemani oleh… Nando, hoho ^^

Mana ada yang kayak gini di sana >_< Gonna miss ’em so… Mumpung masih bisa ketemu, puas-puasin aaah 😀

*lanjut ngunyel-ngunyel Nando lagi…*