Category Archives: Cooking

Fresh from My Oven

Have I told you that I got a cute mini oven as my birthday present? *thanks, dear bear ;)* As proofs that the oven doesn’t just sit there unused, here you go, some of the results…

Baked Chicken Wings

One day, in a Pakistani shop where I usually buy Indomie here in Trento, I found this mix powder to make Tandoori chicken. The result was fantastic! But still, it was too hot/spicy for my taste. The next experiments, with similar ingredients, I tried to bake chicken wings instead. After few experiments to find the perfect recipe, I finally found it!

Read more »

Flu and Soups

I’m catching a cold. Well, no wonder, after two consecutive night-train rides (read: almost sleepless nights) during this chilly weather. The second ride was specially awful, it felt like the heater in the train was broken, left me shivering the whole night. Why was i taking the night-train? Because of it’s cheapest fare :p. And why Rome? Hmmm, it’s a long story, I will dedicate another post for that.

picture is taken from here

Back to flu… at my home, there’s this tradition to cook a comforting soup called hutspot every time someone gets sick. It’s originated from the Netherlands, and my grandmother started this tradition *she might pick some recipes around the time when Dutch colonized Indonesia*. Originally, it’s just potatoes, carrots and onions (plus some meat) boiled and mashed together. But then the recipe is modified.

Mom’s way of cooking: instead of mashing them, the potatoes and carrots are cut into tiny pieces before boiled together; there’s a bit more water, not as dry as in above picture; and pieces of¬†brisket¬†(sandung lamur) are added, making the soup super delicious *I don’t know the scientific reason behind the selection of this beef cut :p*. Sometimes we lose our appetite when we’re sick, rite? But I will never ever say no to hutspot ^^.¬†Unfortunately, there’s no Mom here now ūüôĀ and the preparation is a hassle, it needs extra efforts for cutting stuff. Besides, there is only one perfect hutspot that can heal this flu: Mom’s :p.

Flu and soups. They are a perfect match. Luckily I now know some recipes of quick soups *introduced by the bear, with a cheatsheet from Mama bear :p*. By quick I mean without having to cut much.

Read more »

Il Nuovo Frullatore!

Sudah lama sebenarnya saya berniat membeli blender. Setelah sebelumnya kualitas sarapan saya meningkat setelah berinvestasi dengan membeli toaster, pastinya jadi lebih berkualitas lagi dong ya kalau dilengkapi dengan jus buah-buahan :p.

Akhirnya niat itu terlaksana juga, setelah saya tergoda memborong strawberry diskonan di supermarket. Lama-lama bosan juga makan strawberry dengan ‘saus’ susu kental manis, lagian kalau disimpan begitu saja di kulkas cepat busuknya. Akhirnya saya simpan di freezer jadi frozen strawberry.

Nah, kombinasi frozen strawberry, yogurt, dan sedikit susu kental manis *iyaaa, gw fans berat susu kental manis >.<*, jadilah homemade strawberry smoothie! Lengkap dengan marshmallow, hahahah, niat abis. Semua bisa terwujud berkat sang mini blender yang super imut ini ^^. Sengaja saya beli yang ukurannya mini supaya nanti kalau pindahan ga repot bawanya. Biarin porsinya dikit, toh yang minum paling saya doang :p.

Semoga dengan blender baru ini jadi bisa lebih sehat dengan jus buah-buahan atau sayuran *lagi asyik browsing resep green smoothies*, plus buah-buahan dan sayuran yang tersimpan di kulkas jadi cepat habis bukannya membusuk begitu saja karena saya males motong-motong ataupun masak :p.

Anyway, a little side story…

Read more »

Tiramis√Ļ

According to wikipedia, Tiramis√Ļ, which literally means “pick me up”, is an Italian dessert. So, while I’m here in Italy, I guess it’s the perfect time to learn how to make it ^^. Fortunately, one of my friend, you can call him an expert in the making of tiramis√Ļ ;), taught me how to do it. And after I’ve done some ‘research’, this way of making tiramis√Ļ is what we call ‘the original Italian recipe’. So, let’s start!

Now, the ingredients. Yup, what you see in above picture are almost all of the things that you need. Savoiardi, also known as ladyfingers. Mascarpone cheese, my friend said that if you want to use 500 gr of it, prepare 3 eggs, and 2 eggs for 250 gr of Mascarpone. And Cocoa. Read more »

Bola-bola Semur!!

Karena sedang melarang diri sendiri untuk mendownload film maupun membuka website untuk streaming film, daaan… lagi suntuk bosen mumet berkutat dengan file presentasi tugas kuliah…

Jadilah saya memberondong blog dengan postingan, hahay, gapapa lah ya pemirsa *sok banyak pengunjung dan pembaca blognya ;p*..

Cuma mau memamerkan hasil karya terbaru *jeng jerengjeng, awas.. perhatikan iler anda jangan sampai membasahi keyboard! :))*

Judulnya.. Bola-bola Semur!! v^^v

Waktu lagi asik browsing makanan di hipermarket terdekat, dan mampir ke Halal corner, tiba-tiba saya menemukan daging segar yang sudah berbentuk bola-bola. Langsung deh beli, walaupun belum tahu mau dimasak apa.

Pikiran pertama sih dicemplungin aja ke sup, jadi kayak bakso gitu. Tapi kemudian saya menemukan satu sachet bumbu instan di lemari dengan judul: bamb*e – Semur, Instant Spices for Indonesia Braised Beef/Chicken. Perfect!! ^^

Sesuai petunjuk, yang perlu dilakukan hanya merebus daging sampai matang. Sisakan air kaldu daging sedikit lalu masukkan bumbu instan. Masak sampai empuk. Harusnya sih ditambah kentang ya, sayang ga punya. Jadinya cukup ditambah bawang merah saja. Hasilnya? Nyammm, maknyoss ūüôā

Waktu makan-makan di residence bersama teman-teman dari negara lain *ceritanya dalam rangka Halloween party ;p*, saya turut menyumbang hidangan ini. Dan mereka bilang enak ūüôā syukurlah…

Jadi pengen bikin rendang… *optimisme tingkat tinggi :))*

Kisah 3 wanita (minus 1), plus 1 pria panggilan

*what a provocative title, fufufufu…*

Pada suatu sore, ketika jeng Mar dan jeng Par kelaparan di pavilion Tercinta *yang servisnya jauuuuh lebih baik daripada pavilion Margondez, ohya, tunggu cerita selengkapnya bagaimana 3 wanita bisa lolos dari pavilion Margondez*

Jadi ceritanya,
jeng Mar, ga masuk kantor, seharian ngendon di kamar, sakit typhus katanya, siang-siang makan seadanya karena ga sanggup jajan di luar *ya iyalah, sakit typhus masak jajan…*

jeng Par, pulang sore, agak menyesal pulang sore karena pulang sore berarti ga dapet jatah makan gratis di kantor, tapi apa daya, udah ga sanggup akting sibuk lagi di kantor *jobless beratt..*


jeng Kar, masih tertahan di kantor, gara-gara barang dagangannya masih nyangkut di laut *hayoo tebak, apa kerjaannya jeng Kar…*

Karena lapar tak tertahankan lagi, akhirnya jeng Mar dan jeng Par memutuskan untuk… masak!!! Mereka yakin mereka pasti sukses! Walaupun tanpa jeng Kar…

Setelah berdiskusi, diputuskan bahwa mereka akan memasak : oseng-oseng kacang panjang pake tempe, dan perkedel kentang. Perkedel kentang diputuskan sebagai lauk utama karena tingkat kesulitannya yang cukup tinggi sehingga lebih menantang *ihihihihi…*

Bahan-bahan sudah lengkap tersedia, dengan rincian sebagai berikut:

  • beras secukupnya
  • kentang 3 butir
  • kornet sapi
  • kacang panjang 1 ikat
  • tempe 1/2 bungkus
  • kecap
  • bawang merah dan bawang putih
  • merica bulet-bulet
  • garam dan gula

Kemudian…
jeng Mar: kentang dikupas dan dipotong kecil-kecil kemudian digoreng, sembari menggoreng kentang, kacang panjang direbus sampai matang

jeng Par: lalu, bawang putih, bawang merah, dan merica bulet-bulet diulek sampai halus, tambahkan kentang yang sudah digoreng dan kornet sapi, ulek lagee…

jeng Mar: tempe, bawang merah, bawang putih dipotong-potong, terus ditumis, tambahkan kacang panjang, garam, gula, kecap, aduk teruuuuss..

jeng Mar & jeng Par: Oseng-oseng jadi, tinggal mbulet-mbuletin adonan perkedel,

jeng Par: dicelup ke dalam telur, dan digoreeng *sreeeeeng*

Fyuuuuuuuh.. udah kayak syuting acara masak-memasak. Di akhir syuting, ketika semua masakan sudah siap saji, jeng Mar dan jeng Par merasa amat sayang, sudah capek-capek masak dengan indah, mosok yang makan mereka-mereka juga.

Jadi diputuskan mereka akan memanggil saksi hidup, yang bertugas menjadi saksi akan kebolehan memasak mereka berdua, sekaligus sebagai tester apakah makanannya layak makan atau tidak.

Setelah berunding cukup lama *karena susah mencari teman sekantor yang sama-sama pulang sore*, dan dengan mempertimbangkan bahwa saksi yang dipanggil harus sudah makan *penting ini.. biar jatah makan kami tidak berkurang*, akhirnya diputuskan bahwa yang dipanggil adalah…

*tiiiiiit* <= kena sensor, karena yang bersangkutan keberatan dipublikasikan namanya… *padahal mah, penulis yang males nyari nama*

Berikut dokumentasinya:

our masterpiece... oseng'' kacang panjang pake tempe + perkedel kentang

our masterpiece... oseng'' kacang panjang pake tempe + perkedel kentang

sang 'pria panggilan' yang sangat puass dengan kualitas masakan kami.. "wuih, lueezaatt pek.." katanya..

sang 'pria panggilan' yang sangat puass dengan kualitas masakan kami.. "wuih, lueezaatt pek.." katanya..