Tag Archives: postaweek2011

My New Look!

As the title said, look… look! Look at my new look!!

Ah, forgive me for being rude. Let me introduce myself first. Hello everyone! I’m paramitopia’s BLOG ^^. It’s nice that I finally have a chance to talk here. Right now my master is unconscious after two full days of designing and working for my new look. That’s why I took over, mwahahahah… šŸ˜†

I bet you thought my master is finally free from her tasks and projects, that she has free time to design this. Actually nope, she still has one more project left, and one more final presentation for this semester. But it seems that the deadline is still… considerably far from now, at least for her standard ;p.

The thing is, I heard she’s mumbling that she has had enough with Python and LaTeX, though the last project will be all about Python. Maybe that’s why she decided to play around with CSS, PHP, and Photoshop for a while, before meet with ‘that snake’ again ^^;

Back to the topic, so how do you like my new look? šŸ˜‰ My master designed me a simple and clean look this time, since I’m more mature now, ehem. Can you believe that I’m already 3 years old? ^^ And still with her favorite color scheme: blue & green. She even designed me a new home!

I love my new home! šŸ˜€

Okay, that’s it. Let’s hope for the best for my master, that she’ll be able to finish this semester without any problem. Oh, one more thing, you can have my new look if you want ;), this time my master decided to share it. You can download it here.

See ya’ later folks!

Movin' Groovin'

Good day!

Tadinya baru mau menulis postingan baru setelah rumah baru ini didesain ulang, jadi bisa berucap “Welcome to my new home!!”. Sayangnya ga ada waktu, huks, masih ada deadline project dua biji, sementara jari-jari ini sudah gatal pengen cerita *kayaknya mereka lagi bosan coding atau mengetik project report*. Jadinya kurang kelihatan ya ‘rumah baru’-nya… karena sebenarnya yang pindah sih hosting-nya.

Sempat mengira kalau pindah hosting cuma tinggal memindahkan file-file di hosting lama ke hosting baru. Ternyata ga sesederhana itu ^^; Harus install WordPress di database yang baru, import posts, install ulang plugin, daaan sebagainya. Masih banyak yang harus dikerjakan, jadi tampilannya masih belum seperti yang dulu *rencananya sih memang ubah total T__T oh, waktu, i need you*. Blog yang satu lagi masih terbengkalai, nanti dulu deh, satu-satu.

Semua ini berawal dari… ketika saya membuatkan wedding website untuk seorang teman ;). Bisa dilihat di sini ^^, kalau ga bisa dibuka berarti domain-nya sudah expired. Yah, siapa tahu ada yang tertarik, hihi *lahh, ngiklan*.

Karena hanya dipakai sebentar saya carikanĀ hostingĀ gratisan, jadi cukup mengeluarkan biaya untuk beli domain saja. Ketemu deh samaĀ Freehostia ^^. Yang cukup bikin sakit hati, kapasitas dan bandwidth-nya jauh melebihi kapasitas dan bandwidth hosting saya terdahulu, yang berbayar -_-. Waktu dulu itu memang pilih gampang sih, beli domain dan hosting di tempat yang sama.

Nah, kebetulan beberapa minggu yang lalu tiba-tiba dapet email dari hosting terdahulu, bahwa jatuh tempo pembayaran tanggal 20 Mei. Buru-buru deh pindahan. Gratis atau bayar, pilih gratis dong yaa ^^.Ā Karena gratisan, cuma dikasih satu database. Sementara saya ‘mengasuh’ dua blog, jadi sayaĀ request tambah database satu lagi dengan biayaĀ $1 per bulan.

Setelah proses pembayaran selesai, tiba-tiba tadi saya ditelepon, private number. Ternyata Freehostia yang menelepon, nanya: “Is this really your real name? Paramita Paramita. Why do you have the same name for first and last name?”. Jiaaahhh… urusan nama itu memang deh, sigh ^^; Sepertinya saya dicurigai karena katanya IP address saya hidden, mungkin karena pakai proxy. Duh, ga ngerti deh urusan begituan. Memang di residence iniĀ untuk bisa akses internet harus via proxy.

Dicukupkan sampai di sini dulu deh. Lanjut mengetik yang lain. Semoga postingan selanjutnya sudah dengan desain yang baru ^^. Ciao!

Movin’ Groovin’

Good day!

Tadinya baru mau menulis postingan baru setelah rumah baru ini didesain ulang, jadi bisa berucap “Welcome to my new home!!”. Sayangnya ga ada waktu, huks, masih ada deadline project dua biji, sementara jari-jari ini sudah gatal pengen cerita *kayaknya mereka lagi bosan coding atau mengetik project report*. Jadinya kurang kelihatan ya ‘rumah baru’-nya… karena sebenarnya yang pindah sih hosting-nya.

Sempat mengira kalau pindah hosting cuma tinggal memindahkan file-file di hosting lama ke hosting baru. Ternyata ga sesederhana itu ^^; Harus install WordPress di database yang baru, import posts, install ulang plugin, daaan sebagainya. Masih banyak yang harus dikerjakan, jadi tampilannya masih belum seperti yang dulu *rencananya sih memang ubah total T__T oh, waktu, i need you*. Blog yang satu lagi masih terbengkalai, nanti dulu deh, satu-satu.

Semua ini berawal dari… ketika saya membuatkan wedding website untuk seorang teman ;). Bisa dilihat di sini ^^, kalau ga bisa dibuka berarti domain-nya sudah expired. Yah, siapa tahu ada yang tertarik, hihi *lahh, ngiklan*.

Karena hanya dipakai sebentar saya carikanĀ hostingĀ gratisan, jadi cukup mengeluarkan biaya untuk beli domain saja. Ketemu deh samaĀ Freehostia ^^. Yang cukup bikin sakit hati, kapasitas dan bandwidth-nya jauh melebihi kapasitas dan bandwidth hosting saya terdahulu, yang berbayar -_-. Waktu dulu itu memang pilih gampang sih, beli domain dan hosting di tempat yang sama.

Nah, kebetulan beberapa minggu yang lalu tiba-tiba dapet email dari hosting terdahulu, bahwa jatuh tempo pembayaran tanggal 20 Mei. Buru-buru deh pindahan. Gratis atau bayar, pilih gratis dong yaa ^^.Ā Karena gratisan, cuma dikasih satu database. Sementara saya ‘mengasuh’ dua blog, jadi sayaĀ request tambah database satu lagi dengan biayaĀ $1 per bulan.

Setelah proses pembayaran selesai, tiba-tiba tadi saya ditelepon, private number. Ternyata Freehostia yang menelepon, nanya: “Is this really your real name? Paramita Paramita. Why do you have the same name for first and last name?”. Jiaaahhh… urusan nama itu memang deh, sigh ^^; Sepertinya saya dicurigai karena katanya IP address saya hidden, mungkin karena pakai proxy. Duh, ga ngerti deh urusan begituan. Memang di residence iniĀ untuk bisa akses internet harus via proxy.

Dicukupkan sampai di sini dulu deh. Lanjut mengetik yang lain. Semoga postingan selanjutnya sudah dengan desain yang baru ^^. Ciao!

Want You To Know

Masih ingat iklan ini?

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=jqSm3BwD1Sc[/youtube]

Harusnya di-posting tanggal 5 kemarin, tapi.. apa daya, lagi berkelana sejenak ke negeri tetangga ;p

Dear you, thanks for everything.

Jigsaw Puzzle dan Akuisisi Pengetahuan

Berasa ngarang judul TA, hahah… Tenang, isinya ga seserius itu kok ;p Ga seserius knowledge acquisition yang satu ini.

picture taken from here

Entah kenapa setelah ujian tadi tiba-tiba terlintas pikiran ini. Bahwa proses pembelajaran itu bisa dianalogikan dengan bermain jigsaw puzzle. Semakin banyak jumlah keping jigsaw puzzle, semakin berat juga materi yang harus dipelajari. Misalnya, jigsaw puzzle 4 keping sebanding dengan mempelajari aritmetika sederhana. Diferensial dan integral? Lebih banyak yang jelas, tapi tergantung kapasitas prosesor alias otak tentunya šŸ˜‰

Nah, menurut saya, tugas seorang pengajar itu bukan hanya memberikan keping-keping puzzle kepada muridnya, tapi juga membantu sang murid merangkai keping-keping tersebut menjadi satu gambar utuh. Karena itulah inti dari pembelajaran bukan? To see the whole picture. Sebenarnya sang murid juga harus berusaha sih, selama di kelas tidak hanya memunguti keping-keping yang dilontarkan sang pengajar, tapi juga sambil berusaha merangkainya, dan meminta bantuan pengajar jika mengalami kesulitan.

Masalahnya, menurut pengalaman saya belajar di kelas selama ini, mulai sejak SD, SMP, SMA, hingga kuliah, yang terjadi justru sebaliknya. Ya, menurut saya ada yang salah dengan kurikulum pendidikan jaman dulu, ga tahu deh kalau sekarang ;p. Tapi yang jelas, mungkin karena pengaruh metode pengajaran “disuapi” ilmu oleh guru, saya jadi terbiasa hanya memunguti keping-keping yang terlontar, dan tidak berusaha merangkainya (di kelas).Ā Bahkan tak jarang di kelas justru tidur atau memikirkan yang lain. Keping-keping puzzle? Aaah, ada slide-nya ini, gampang ;p

Read more »

For The First Time

But we’re gonna start by drinking old cheap bottles of wine
Sit talking up all night
Saying things we haven’t for a while, a while yeah
We’re smiling but we’re close to tears
Even after all these years
We just now got the feeling that we’re meeting…

For the first time

Looking forward to that kind of moment šŸ˜‰ *The Script – For The First Time*

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=ZRy7y8TF7-E[/youtube]

Oh these times are hard, yeah they’re making us crazy
Don’t give up on me baby…

Spread your wings andā€¦

FLY!

Happy birthday my dear lil’ sista!

I guess you’ve found your wings now rite? šŸ˜‰ Have fun enjoying your college days, they’re sometimes not easy I know, but you’re gonna miss ’em later. The sky is limitless, keep flying! Aim high, but don’t forget to look down occasionally šŸ˜‰

Next year your age will start with ‘2’, so enjoy your last year of being ‘gadis berumur belasan tahun’, mwahahahahha :))

I’ll be going home soon! Please wait for the real present until I get home okay? ;p But here’s a sneak peek…

Tadaaa~! show

hugs and kisses,

Ta

Kimi Ni Todoke

Pertama kali nonton anime-nya tahun lalu. Lucu ^^ tapi bikin terharu juga, tokoh utamanya dudul sih. Ceritanya… ringan ringan menghibur, “kisah kasih di sekolah” gitu deeh, hahah..

Lalu, waktu ga ada kerjaan kapan itu, maraton baca manga-nya lagi dari awal, walaupun ceritanya sama saja. Di situs andalan saya sih statusnya masih ongoing. Terus, muncul live-action-nya, hyaah… pemeran ‘sadako’, sang tokoh utama, pas banget ^^. Cukup menghibur, walaupun… lagi-lagi… ceritanya ya sama saja ;p. Biasanya kan susah ya bikinĀ live-action dari manga, apalagi yang gambarnya kocak macamĀ Perfect Girl Evolution *menurut saya live-action-nya payah deh ini*. Nah, ini ga, cukup memuaskan, hoho.

Baru-baru ini nonton anime season 2-nya *baru dikasih tahu sang adik, masih belum tamat ternyataaa… sial*, dan saya suka suka sukaaa sama opening theme song-nya >.<Ā Soufuu by Tomofumi Tanizawa..

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=TzHefZlk6eg[/youtube]

*rileks sebentar sebelum mengerjakan hal-hal yang lebih penting lainnya… fufufu… akh, jiwa otaku saya masih tersisa rupanya ;p*

Hobi Yang Terlupakan

Masih ingat tradisi zaman dahulu kala? Zaman saya SD tepatnya, yaitu… tradisi tukar-menukar diary lucu, untuk diisi dengan biodata ^^. Sekarang sudah ga zaman lah ya, dengan begitu banyaknya social media. Sejak dulu itu saya selalu menulis “membaca” sebagai hobi, dan “paramitha rusadi” sebagai artis favorit :)).

Sayangnya sekarang hobi yang satu itu terlupakan, digantikan oleh “menonton”, “browsing internet, “membaca komik online”, dan “blogging/blogwalking”. Well, sebenarnya sih semua melibatkan aktivitas membaca yaa, menonton kan kadang harus membaca subtitle juga ;p. Tapi “membaca” yang saya maksud sebagai ‘hobi yang terlupakan’ di sini adalah ketika objeknya berwujud buku, fisik, bukan dalam bentuk kode biner. Dan tentu saja fiksi ;p.

Sepertinya sejak saya dulu ngantor itu deh, jadi jarang *buanget* ke toko buku. Dan keinginan beli buku pun menghilang begitu saja. Paling kalau pas pulang ke rumah dan nemu novel dan komik yang dibeli si adek atau bude, baru deh diboyong ke kosan untuk dibaca ketika ada waktu luang, plus niat membaca *yang amat sangat jarang terjadi*.

Selama di sini, saya baru beli satu novel: Ken Follett – The Pillars of The Earth, yang tebalnya naudzubillah. Maksudnya buat nemenin jalan-jalan, sengaja beli yang tebal biar ga habis-habis gitu. Kadang kalau lagi di jalan, kalau sudah bosan tidur atau foto-foto, satu-satunya hiburan ya ini. Ga mungkin bawa laptop kan, atau bacaan tugas kuliah *hoekk*, dan hape offline karena ga dapat sinyal. Kecuali kalau ada wifi tentunya, hohoho *teteuuup*.

Waktu jalan-jalan kemarin, sempat mampir ke toko buku, demi mencari buku percakapan praktis bahasa Italia. Dan tiba-tiba saya melihat novel bahasa Inggris, Artemis Fowl! Huwaaa, langsung deh teringat kalau dulu waktu kuliah sempat koleksi. Baru baca sampai buku keempat, padahal ceritanya sudah sampai buku ketujuh. Jadi pengen beli *di Nancy novel bahasa Inggrisnya cuma seuprit sih -_-*, tapi karena ingat koper bisa-bisa jebol, batal deh. Beli online saja.

Terus jadi ingat, ya ampun, belum sempat baca Brisingr, cerita terakhir triloginya Eragon. Lalu, gimana ya nasib si Torak, dari Chronicles of Ancient Darkness, baru baca tiga dari enam judul. Semangat hobi yang terlupakan itupun jadi membara lagi *tsahhh*. Habis, saya penasaran dengan aksi si jenius Artemis Fowl ^^.

Jadi… mari membaca! Karena buku adalah jendela dunia…

Oh, btw, ada rekomendasi judul novel yang menarik? ;p Sudah lama ga update nih…

Nandolando Bloom dan Kebaya Seragam

Tadi, sesaat setelah bangun tiba-tiba ingin telepon rumah *karena habis mimpi orang rumah dan kucing-kucing tersayang >.<*. Ternyata di rumah lagi ramai! Padahal niatnya cuma mau mendengar suara Nando, yang kata si Ditul suaranya berubah, ga serak putus-putus kayak dulu lagi ;p. Jadi bisa mendengar suara-suara keluarga yang aslinya bukan berbasis di Bogor, huhu, jadi tambah kangen.

Tentang suara si NANDOlando bloom *nama panggilan barunya, hihi* dulu. Dia tadi lagi tidur, jadi dibangunkan dengan paksa supaya saya bisa mendengar meongnya. Tapi mungkin karena masih mengantuk, dipancing dengan biskuit pun suaranya ga keluar :)). Di latar belakang terdengar suara sang adik dan bude yang sibuk membuat Nando mengeong.

Dan akhirnya… meongnya pun terdengar, hihi, jernih! Ga putus-putus kayak dulu lagi, huks, jadi pengen meluk. Kata sang adik, “Ini ekornya Dita injek biar ngeong!”, huwahahhaah, kasihan, demi saya bisa mendengar suaranya terpaksa deh disiksa sedikit dulu, heheh.

Lalu tentang kenapa di rumah ramai. Kata mama lagi ngomongin catering, buat… yap, sepupu yang akan menikah bulan Juli nanti *congratz yaah Teh Rena ^^*. Sepanjang sejarah, ini adalah acara pernikahan pertama dalam keluarga besar. Maksudnya, sepupu pertama saya yang menikah gitu lho, baik dari keluarga Papa maupun Mama. Tadi waktu telepon, sang Mama sempat mengeluarkan kata-kata, “Kamu kapan?”, hiahahahahahahh *ketawa gila*. Ya ya, ini adalah suatu tanda bahwa saya akan lebih sering mendengar pertanyaan senada.

Jadi intinya… saya ingin pulang! Saya ingin ngucel-ngucel Nando, saya ingin…

pake KEBAYA SERAGAM!

Huwaaa… Masa nanti saya jadi satu-satunya dalam keluarga yang ga punya kebaya seragam? :'((